Sejarah Masa Dinasti dan Masuknya Islam di Vietnam

Masa Dinasti dan Masuknya Islam di Vietnam – Viertam berarti negeri selatan. Letak geografis nya yaitu berbatasan dengan Cina disebelah utara, Laos disebelah barat laut, Kamboja disebelah barat daya, dan laut Cina Selatan di sebelah timur. Berlokasi berada dikawasan Indocina. Mayoritas penduduk Vietnam yaitu etnis Vietnam, Khmer, dan Cham. Adapun etnis yang terbesar yaitu Vietnam/Kinh. Bangsa Vietnam mempunyai sejarah yang panjang bisa ditarik kembali dari 2500 tahun yang lalu namun, adapun berdasarkan legenda bisa ditarik kembali ke 4000 tahun yang lalu.

Sejak abad ke-11 hingga abad ke-10 Masehi yang mayoritas berada dalam kekuasaan genggaman kekaisaran Cina. Pada tahun 214 SM, beberapa tahun setelah Kisar Qin Shihuang mempersatukan tiongkok, kemudian mengirim bala tentaranya ke selatan Tiongkok untuk menaklukkan wilayah yang sekarang yaitu Guandong, Guangxi, Fujian, dan utara Vietnam.

Selang puuhan tahun lamanya kemudian, tahun 203 SM, dinasti Qin mengalami kekacauan dan terpuruk, pada ketika ini pemimpin militer Qin di Nanhai (sekarang Vietnam utara), Zhau Tuo mengambil kesempatan ini untuk membentuk negara sendiri, Nan Yue dengan Raja Wu. Ibukota negara Yu berada di daerah Guangzhou sekarang. Namun Nan Yue ditaklukkan oleh Kaisar Han Wudi dari Dinasti Han pada tahun 111 SM. Lebih dari 10 abad selanjutnya Vietnam dikuasai oleh Dinasti Han, Dong Wu, Dinasti Jin, Dinasti Selatan, Dinasti Sui, dan Dinasti Tang.

A. Vietnam Masa Dinasti-dinasti

Pada masa ini pengaruh budaya Cina sudah merusak pada kehidupan sosial budaya bangsa Vietam, seperti nilai-nilai ajaran Konghucu, Taoisme, beriringan dengan itu juga berkembang kepercayaan Tam Giao (Tiga Agama), yaitu perpaduan Taoisme, kepercayaan masyarakat Cina dan Animisme Vietnam. Didominasi kerajaan utara mendorong munculnya kerajaan-kerajaan lokal seperti Dai Viet di Utara Champa di selatan.

Kerajaan Champa mulai terbentuk tahun 192 dan berakhir pada tahun 1700an seiring dengan adanya desakan dari kekuatan-kekuatan luar. Dimasa lalu, kerajaan hal yang demikian telah menjalin hubungan erat dengan kerajaan Sriwajaya dan Majapahit di Nusantara. Dimasa kerajaan Champa, pengaruh budaya India deras masuk ke Vietnam, pengaruh budaya Budha dan Hindu serta kultur India mendominasi kehidupan masyarakat, buktinya terluhat dari bangunan arsitektural dan kehidupan ritual masyarakat. Pengaruh budaya India yang hingga ke Vienam ini juga beberapa dibawa melalui Nusantara.

Kerajaan Champa didirikan di Vietnam oleh orang-orang Cham yang secara etnis tak mempunyai hubungan orang-orang Vietnam. Ketika kerajaan Funan yang berada sebelah selatan Champa diberi pengaruh oleh China, kerajaan Champa selama 1600 tahun juga mendapat pengaruh dari China. Akibatnya Champa semestinya mengimbangi kekuatan diantara kedua negara tetangganya dalam hal jumlah penduduknya dan pola militer Vietnam di utara dan Khmer (Kamboja) di selatan

Seperti halnya funan, Champa menggunakan kekuatan perdagangan pelayaran laut yang berlaku hanya di wilayah yang kecil, di pertengahan abad ke VIII yaitu waktu yang kritis bagi Champa, seperti Kamboja Champa semestinya bertahan atas sejumlah serangan dari Jawa, tetapi serangan dari Jawa tak begitu lama berakhir pada awal abad ke-IX karena adanya serangan-serangan yang dijalankan oleh Champa.

Pada masa Hariwarman I Champa Melaksanakan penyerangan-penyerangan kepada provinsi Cina sebelah utara dengan kemenangan yang diperoleh Cina. Tidah hanya itu, Champa juga Melaksanakan penyerangan kepada Kamboja dibawah pimpinan Jayawarman II, Jayawarman yaitu pendiri kerajaan Angkor. Serangan hal yang demikian kemudian dibalas oleh Indrawarman II. Dibawah pimpinan Indrawarman II(854-893), didirikannya ibukota Indrapura di provinsi Quang Nam. Ia memperbaiki hubungan dengan Cina, pemerintahannya merupakan pemerintahan yang damai.

Indrawarman II mendirikan enam dinasti dalam sejarah Champa. Raja-rajanya lebih aktif daripada yang sebelumnya dalam perhatiannya kepada negeri itu. Mereka tak hanya mendirikan tempat suci baru, tetapi mereka juga menjaga dan melindungi bangunan-bangunan keagamaan hal yang demikian dari para perampok dan memperbaikinya kalau terjadi kerusakan.

Pemerintahan pengganti Indrawarman, Jayasimhawarman I, hubungan dengan Jawa menjadi erat dan bersahabat. Keluarga permaisurinya berziarah ke Jawa dan kembali dengan memegang jabatan tertinggi dengan sejumlah Raja dibawahnya. Hubungan ini menjelaskan pengaruh Jawa pada kesenian Champa.

Selama abad X banyak terjadi peristiwa penting di Champa. Tahun 907 dinasti T’ang jatuh di Cina dan orang Annam mengambil momentum itu untuk maju dan mendirikan kerajaan Dai-co-viet (Annam dan Tong-King) pada 939. Perubahan ini mulanya berpengaruh sedikit pada Champa, tetapi kemudian timbul keributan antara Champa dengan kerajaan-kerajaan baru itu. Kemudian Champa dikuasai dan mulai mencari pengakuan dari Cina. Tahun 988 terjadi pembalasan dari Champa dibawah pemerintahan raja Vijaya, setelah terjad perdamaian singkat, ia mendapat pengakuan dari Cina dan memperbaiki ibukota Indrapura.

Abad ke XI merupakan masa kehancuran Champa. Champa kehilangan provinsi dikarenakan direbut oleh Annam. Mereka mengirim misi ke Cina secara berturut-turut. Pada 1030 bersekutu dengan Suryawarman I di Angkor. Annam Melaksanakan serangan besar-besaran kepada Champa sehingga Champa mengalami kehancuran.

Dinasti VIII didirikan oleh seorang pemimpin dengan gelar Paramesrawaman I dan menghidupkan kembali kerajaannya, ia menekan pemberontakan disebelah selatan dan mengembangkan hubungan bagus dengan Annam dan Cina dengan mengirim misi-misi. Seorang pangeran bernama Thang mendirikan dinasti IX dan beliau mengambil gelar Hariwarman IV dengan memperlihatkan kekuasaannya dan memperbaiki kerusakan yang disebabkan penyerangan dan memangkitkan kesejahteraan negerinya.

Politik Hariwarman IV memelihara hubungan bagus dengan Annam. Kemudian sejak itu timbul keraguan hingga ia memutuskan untuk bekerjasama dengan Cina dan merencanakan penyerangan kepada kerajaan Annam. Ketika ia mendapati kegagalan maka ia bertanggungjawab melindungi dari kemarahan dengan orang Annam, dan tawaran perdamainan secara teratur. 

Meski kerajaan Khmer mulai menyerang Champa yang bagian utaranya telah berhasil dikuasai dan bagian selatannya yaitu Panduranga, seorang raja baru, Jaya Hariwarman I bangkit pada tahun 1147. Setelah mendesak pasukan Khmer, kemudian terus menyerang dan mengembalikan Wijaya dan menyatukan kerajaan.

Jaya Hariwarman mengalami kesulitan yang belum teratasi, hingga pada tahun 1155 panduranga memberontak, melainkan bisa diatasi dengan membayar upeti dengan teratur, kerusakan yang terjadi ia perbaiki dengan membangun candi-candi baru, serta mengirim utusan ke Cina. Kekuasaan Hariwarman I digantikan oleh seorang ovontutir yang bernama Jaya Indrawarman IV kemauannya yaitu membalas dendam dengan menyerang Kamboja yang telah menyerang Champa oleh Suryawarman, namun gagal namun setelah mempersiapkan begitu lama Jaya Warman VII pendiri Angkor Thom, Melaksanakan serangan terhada Champa, sekali lagi Champa jatuh ketangan Kamboja. Surya warman memutuskan untuk bersekutu dengan Kamboja.

Khmer menyerang Champa lagi – Masa Dinasti dan Masuknya Islam di Vietnam, Champa dikuasai Khmer selama 17 tahun. Kemenangan Mongol di Cina dianggap sebagai penyebab berhentinya perang antara Annam dan Champa, masalahnya hingga pada puncaknya yaitu ketika tahun 1281 ketika kesabaran Kublai Khan telah habis dan beliau mengirim marsekal “Sogatu” untuk mendesak pemerintahan Mongol di negeri itu.

B. Kedatangan Islam di Vietnam

Islam masuk ke Vietnam sejak kekhalifahan Utsman bin Affan. Dikisahkan, kekhalifahan ini mengirim utusan resminya pertama kali ke Vietnam dan Cina (Dinasti Tang) pada tahun 650 M. Ada pula yang mengisahkan bahwa Islam hingga ke negara yang beribu kota di Hanoi itu karena dibawa oleh pedagang Muslim dari Arab, India, Persia, ataupun Asia Tenggara, terlebih Malaysia pada sekitar abad ke-10. 

Para pedagang hal yang demikian akan stop untuk beristirahat dan berdagang di Vietnam yang ketika itu masih dikuasai Kerajaan Champa sebelum mereka melanjutkan perjalanan ke Cina. Masyarakat dari kerajaan itu sering disebut sebagai orang-orang Cham.

Jumlah penganut Islam meningkat ketika sultan Malaka memperluas kekuasannya pada 1471 setelah Kerajaan Champa hancur. Namun, Islam tak menyebar luas di antara penduduk Vietnam hingga pertengahan abad ke-17. Pada pertengahan abad ke-19, banyak Muslim Champa di Vietnam yang ber-imigrasi ke Kamboja dan menetap di wilayah delta Sungai Mekong.

Pada abad ke-20, Malaysia memberikan pengaruh yang besar kepada Muslim Vietnam. Literatur keagamaan semakin banyak yang diimpor dari Malaysia. Bahkan, sejumlah ulama didatangkan dari Malaysia. Mereka memberikan khotbah di masjid-masjid dengan bahasa Melayu. Pada ketika yang sama, semakin banyak pula warga Muslim Vietnam yang pergi ke Malaysia untuk belajar Islam.

Setelah berdirinya Republik Sosialis Vietnam pada 1976, sejumlah 55.000 Muslim Vietnam berimigrasi ke Malaysia. Sebanyak 1.750 Muslim mereka diterima sebagai imigran oleh Pemerintah Yaman dan tinggal di Ta’izz.

Namun, masih ada sejumlah Muslim yang tetap tinggal di Vietnam meski mereka berada dalam tekanan. Seperti dilaporkan para penulis pada masa itu, sejumlah masjid ditutup oleh pemerintah sosialis. Pada 1985, komunitas Muslim Vietnam, khususnya di Ho Chi Minh City, mulai terdiversifikasi. Mereka tak hanya orang asli Vietnam.

C. Islam dan Kerajaan Champa-Vietnam

Sebelumnya, masyarakat Cham merupakan penganut agama Hindu dan telah menguasai bagian tengah dan bagian selatan Vietnam selama kurun waktu ratusan tahun. Seiring berjalannya waktu, mereka memeluk agama Islam. Kerajaan Islam Champa yang menjadi Negara Islam pertama di Asia Tenggara. Pada awal kemunculan Islam, makanan halal amat sulit ditemukan di Vietnam. 

Kedatangan Islam di Champa dibuktikan dengan adanya dua buah prasasti kufi yang ditemukan di Phanrng (panduranga). Prasari hal yang demikian bertarikh 1039 , dan yang satunya bertarikh 1035-1039 M, yang membuktikan bahwa orang Islam telah datang dn menetap di Champa sejak pertengahan abad ke-10. Dalam cerita hal yang demikian disebutkan bahwa telah ada hubungan antara Chanpa dengan Islam sekitar tahun1000-1036 M. raja Champa pergi ke Makkah selama kurang lebih 37 tahun dan kembali lagi ke Champa.

Dari kedua prasasti kufi hal yang demikian diatas, keduanya ditulis oleh dan berasal dari Syi’ah penulisnya yaitu orang parsi (Islam parsi), salah satunya ditulis oleh Abu Kamil, yang mempunyai tujuan yang sama dengan orang Persia dan Iraq datang ke Champa diduga untuk mencari kekayaan. Islam dikawasan Panduranga menyebut dirinya Cham Bani ini memahami bahasa Arab “Bani” artinya anak atau keturunan, kebanyakan para pegawai bani memahami bahasa Arab dan mempunyai salinan Al-Qur’an.

Islam masuk dan berkembangnya di Vietnam, khususnya Islam pada tahap awal tak bisa dilepaskan dari kehadiran kerajaan dan etnis Campa, uraian tentang Islam di Vietnam dimulai dengan uraian sejarah keberadaan Champa Kuno dan Etnis Champa.

Campa, berdasarkan literatur Cina dari negeri bernama Lin-Yi (yang timbul pada 192 M), Berlokasi dibagian tengah negeri Vietnam sekarang, antara Gate Of Annam (Hoanh Son) di uatara dan sungai Donnai selatan. Penduduk Lin-Yi berkata dalam bahasa Cham dari rumpun Austronesia. Sejak awal Lin-Yi negeri yang takluk pada china dan membayar upeti kepada China. Nama “Campa” disebut dan dipakai pertama kali dalam dua buah inskkripsi bahasa sansekerta, satunya bertarikh 658 M yang ditemukan bagian tengah Vietnam. Dan satu lagi ditemukan pada 668 M di kamboja.

Abad VIII merupakan puncak kerajaan Champa, yang ditandai dengan kekuasaan wilayahnya daan kemajuan peradabannya. Pada masa ini, Campa merupakan sebuah kerajaan persekutuan yang terdiri dari kerajaan negeri : Indrapura, Amarawati, Vijaya, Kauthara dan Pandurangan yang masing-masing mempunyai pemerintah yang otonom dengan ibu negara Indrapura (Quang Nam sekarang). Kerajaan Champa mempunyai hubungan dengan kerajaan-kerajaan tetangganya, dengan China dan Vietnam diuatara, Kamboja dibarat, dan Nusantara di selatan. Model secara teratur mengirim utusan-utusan dan mengadakan hubungan ekonomi dan keagamaan dengan China. 

Ajaran agama yang dianut masyarakat Campa pada abad VIII dan IX yaitu buddha mahayana, yang merambah Champa melalui sami (Pendeta Buddha) yang datang dari Cina. Adapun relasinya dengan nusantara bermula ketika terjadi perompakan besar-besaran oleh orang Jawa penghujung abad VIII. Hubungan terjalin menjadi lebih bagus dalm wujud hubungan perdagangan dan persahabatan.

Pada abad IX, terjadi peralihan orientasi Champa dari China. Mulai jaman ini kebudayaan Campa termasuk sistem sosial keagamaan dan lain sebagainya, diberi pengaruh oleh budaya India dan agama Hindu dan Budha. Pada 939 M, timbul kekuatan baru di wilayah ini, yakni Dai Viet (kemudian menjadi Vietnam). Mulai sejak itu terjadi peperangan yang berkepanjangan antara Vietnam dan Campa. Pada 982 M, Vietnam berhasil menghancurkan ibu kota Indrapuraraja Champa memindahkannya jauh ke selatan, yakni ke Vijaya (Binh Dinh sekarang). 

Namun pada 1044, Dai Viet (Vietnam) bahkan berhasil menduduki kota Vijaya dan membunuh rajanya. berjenis-jenis usaha pernah dijalankan raja-raja Champa untuk membalas dendam dan menyerang Vietnam yang semakin bisa memperbesar wilayahnya. Suatu kali kerajaan Campa pernah kembali pada masa kejayaannya, meski hanya dalam waktu yang singkat, yaitu ketika diperintah oleh Che Bong Nga (1360-1390), dialah yang berhasil dalam usaha mengembalikan wilayah yang dirampas Vietnam dan dalam memerintah dengan cukup adil serta berjaya memerangi para perampok.

Pada 1471, Raja Vietnam Le Thanh Tong menyerang Champa secara besar-besaran, dan menghancurkan Vijaya, membunuh lebih 40.000 penduduk, mengusir lebih dari 30.000 lainnya dari bumi Champa, bahkan lebih jauh lagi dia telah menghancurkan sisa-sisa kebudayaan Champa yang diberi pengaruh Hindu/Buddha dan kemudian menggantikannya dengan kebudayaan China/Vietnam. Dengan kemenangan Le Thanh Tong 1471 itu, tamatlah riwayat kerajaan Champa belahan utara, khususnya Indrapura, Amarawati, Vijaya. 

Selanjutnya yang bertahan yaitu sisa-sisa kerajaan Champa belahan selatan, yaitu Kauthara dan Panduranga, yang diperintahi oleh Bo Tri Tri dan pengganti-penggantinya. Kerajaan Champa mulai mendapatkan kebudayaan melayu serta Islam yang masuk melalui pelabuhan Panduranga dan Kauthara, dan juga meningkatkan hubungan dengan negeri-negeri di Melayu dan Nusantara. Bahkan dikabarkan bahwa raja Champa yang bernama Po Klau Halu (1579-1603) sudah memeluk Islam dan pernah mengirim tentaranya untuk membantu Sultan Johor di Semenanjung Malaka untuk berperang menentang Portugis pada 1511.
Sejarah Singkat Masa Dinasti dan Masuknya Islam di Vietnam

Bagaimanapun raja Ngunyen dari Vietnam menaklukan Khautara (1659) dan Panduranga (1697). Akibatnya, raja Pandurangan terakhir, Po Chei Brei terpaksa mengungsi meninggalkan negereinya bersama ribuan pengikutnya menuju Rong Damrei di Kamboja (Masa Dinasti dan Masuknya Islam di Vietnam). Pada 1832 penguasa Vietnam Minh Menh Melaksanakan pembunuhan besar-besaran kepada sisa-sisa terakhir penduduk Champa Panduranga, dan merampas seluruh sawah ladang mereka serta memasukkan wilayah Pandurangan menjadi bagian Vietnam. Hal ini menandai lenyapnya sisa-sisa kerajaan Champa terakhir dari peta bumi untuk selamanya, walaupun kebudayaan dan etnis Champa tetap berlanjut dipengungsian yakni Kamboja.

Seperti telah diuraikan sebelumnya banyak orang Champa yang meninggalkan tanah airnya karena desakan Nan Tien atau pergerakan orang-orang Vietnam ke selatan. Untuk menyelamatkan diri mereka Hijrah ke Kamboja. Di Kamboja mereka bertemu dengan kelompok Melayu yang datang dari Nusantara. Akulturasi budaya yang terjadi karena persamaan agama dan rumpun bahasa Austronesia hal yang demikian membentuk sebuah komunitas masyarakat baru yang di sebut Melayu-Campa atau Java-Campa.

Referensi

Khey, Huey. Peradaban Asia dari Zaman Kuno Hingga 1800 M, Jakarta : PT Elex Media Komputindo, 2013.

http://fauzihistory.blogspot.com/2009/04/sejarah-vietnam-kuno.html.


http://sejarahmnm.blogspot.com/2013/12/sejarah-vietnam.html.


http://ajiraksa.blogspot.com/2012/06/perkembangan-islam-di-vietnam.html


http://id.muslimvillage.com/2010/09/08/5983/the-challenges-of-being-muslim-in-vietnam/


http://www.erfan.ir/54638.html


http://wartasejarah.blogspot.co.id/2014/07/vietnam-masa-dinasti-dan-masuknya-islam.html

Sejarah Lainnya:

Drama pendek kerajaan nusa tenggara, runtuh kerajaan brunei