Sejarah Kerajaan Sriwijaya (7 – 15M)

Sejarah Kerajaan Sriwijaya – Sriwijaya yaitu nama kerajaan yang tentu sudah tak asing bagi Anda, karena Sriwijaya yaitu salah satu kerajaan maritim terbesar di Indonesia bahkan di Asia Tenggara pada waktu itu (abad 7 – 15 M).

sekiranya Anda ingin mengetahui perkembangan Sriwijaya hingga mencapai puncak kebesarannya sebagai kerajaan Maritim, maka Anda mesti mengetahui terlebih dahulu sumber-sumber sejarah yang membuktikan keberadaan kerajaan hal yang demikian. Sumber-sumber sejarah kerajaan Sriwijaya selain berasal dari dalam juga berasal dari luar seperti dari Cina, India, Arab, Persia.

Sumber-sumber dari dalam negeri

Sumber dari dalam negeri berupa prasasti yang berjumlah 6 buah yang menggunakan bahasa Melayu Kuno dan huruf Pallawa, serta telah menggunakan angka tahun Saka. Untuk mengetahui keberadaan prasasti hal yang demikian, simaklah uraian materi berikut ini!

  1. Prasasti Kedukan Bukit ditemukan di Kedukan Bukit, di tepi sungai Talang dekat Palembang, berangka tahun 605 Saka atau 683 M. Isi prasasti hal yang demikian menceritakan perjalanan suci/Sidayatra yang dijalankan Dapunta Hyang, berangkat dari Minangatamwan dengan membawa tentara sebanyak 20.000 orang. Dari perjalanan hal yang demikian berhasil menaklukkan beberapa daerah.
  2. Prasasti Talang Tuo ditemukan di sebelah barat kota Palembang berangka tahun 606 Saka / 684 M. Prasasti ini menceritakan pembuatan Taman Sriksetra untuk kemakmuran seluruh makhluk dan terdapat doa-doa yang bersifat Budha Mahayana.
  3. Prasasti Telaga Batu ditemukan di Telaga Batu dekat Palembang berangka tahun 683 M.
  4. Prasasti Kota Kapur ditemukan di Kota Kapur pulau Bangka berangka tahun 608 Saka / 686 M.
  5. Prasasti Karang Berahi ditemukan di Jambi tak berangka tahun.
  6. Prasasti Palas Pasemah ditemukan di Lampung Selatan tak berangka tahun.

Keempat Prasasti yang disebut terakhir yaitu Prasasti Telaga Batu, Kota Kapur, Karang bukit, dan Palas Pasemah menjelaskan isi yang sama yaitu berupa kutukan kepada siapa saja yang tak tunduk kepada raja Sriwijaya.

Dari penjelasan tentang prasasti-prasasti hal yang demikian, apakah Anda bisa memahami keberadaan kerajaan Sriwijaya? Untuk menambah lagi pemahaman Anda simaklah uraian materi tentang sumber-sumber sejarah Sriwijaya yang berasal dari luar negeri bagus yang berupa prasasti ataupun berita Cina dan Arab.

Sumber-sumber prasasti

Sumber yang berupa prasasti ditemukan di Semenanjung Melayu berangka tahun 775 M yang menjelaskan tentang pendirian sebuah pangkalan di Semenanjung Melayu, daerah Ligor. Untuk itu prasasti hal yang demikian, diberi nama Prasasti Ligor.

Prasasti selanjutnya ditemukan di India di kota Nalanda yang berasal dari abad ke 9 M. Prasasti hal yang demikian menjelaskan pendirian Wihara oleh Balaputradewa raja Sriwijaya.

Sumber Berita Asing

Di samping prasasti-prasasti, keberadaan Sriwijaya juga diperkuat dengan adanya beritaberita Cina ataupun berita Arab,Berita Cina, diperoleh dari I-Tshing seorang pendeta Cina yang sering datang ke Sriwijaya sejak tahun 672 M, yang menceritakan bahwa di Sriwijaya terdapat 1000 orang pendeta yang menguasai agama seperti di India dan di samping itu juga, berita dari dinasti Sung yang menceritakan tentang pengiriman utusan dari Sriwijaya tahun 971 – 992 M.

Nama kerajaan Sriwijaya dalam berita Cina hal yang demikian, disebut dengan Shih-lo-fo-shih atau Fo-shih, Walaupun dari berita Arab Sriwijaya disebut dengan Zabag/Zabay atau dengan sebutan Sribuza. Dari berita-berita Arab dijelaskan tentang kekuasaan dan kebesaran serta kekayaan Sriwijaya.

Demikianlah bukti-bukti tentang sumber dari luar negeri yang menjelaskan keberadaan Sriwijaya, sehingga melalui sumber-sumber hal yang demikian bisa diketahui perkembangan Sriwijaya dalam beraneka aspek kehidupan.

Untuk mengetahui lebih terang perkembangan Sriwijaya dalam aspek-aspek kehidupan hal yang demikian, maka simak uraian materi berikut ini.

Kehidupan Politik Kerajaan Sriwijaya

Dalam kehidupan politik. bisa diketahui bahwa raja pertama Sriwijaya yaitu Dapunta Hyang Sri Jayanaga, dengan pusat kerajaannya ada 2 pendapat yaitu pendapat pertama yang menyebutkan pusat Sriwijaya di Palembang karena daerah hal yang demikian banyak ditemukan prasasti Sriwijaya dan adanya sungai Musi yang strategis untuk perdagangan.

Walaupun pendapat kedua letak Sriwijaya di Minangatamwan yaitu daerah pertemuan sungai Kampar Kiri dan Kampar Kanan yang diperkirakan daerah Binaga yaitu Berlokasi di Jambi yang juga strategis untuk perdagangan.Dari dua pendapat hal yang demikian, maka oleh spesialis menyimpulkan bahwa pada mulanya Sriwijaya berpusat di Palembang. Kemudian dipindahkan ke Minangatamwan.

Untuk selanjutnya Sriwijaya mampu mengembangkan kerajaannya melalui keberhasilan politik ekspansi/perluasan wilayah ke daerah-daerah yang sungguh-sungguh penting artinya untuk perdagangan. Hal ini pantas dengan prasasti yang ditemukan Lampung, Bangka, dan Ligor. Bahkan melalui benteng I-tshing bahwa Kedah di pulau Penang juga dikuasai Sriwijaya.Dengan demikian Sriwijaya bukan lagi sebagai negara senusa atau satu pulau, tetapi sudah merupakan negara antar nusa karena penguasaannya atas beberapa pulau. Bahkan ada yang berpendapat Sriwijaya yaitu negara kesatuan pertama. Karena kekuasaannya luas dan berperan sebagai negara besar di Asia Tenggara (M.Yamin).

Kehidupan Ekonomi Kerajaan Sriwijaya

Kerajaan Sriwijaya mempunyai letak yang strategis di jalur pelayaran dan perdagangan Internasional Asia Tenggara. Dengan letak yang strategis hal yang demikian maka Sriwijaya berkembang menjadi pusat perdagangan dan menjadi pelabuhan Transito sehingga bisa menimbun barang dari dalam ataupun luar.

Dengan demikian kedudukan Sriwijaya dalam perdagangan internasional sungguh-sungguh bagus. Hal ini juga didukung oleh pemerintahan raja yang cakap dan bijaksana seperti Balaputradewa. Pada masanya Sriwijaya mempunyai armada laut yang kuat yang mampu menjamin keamanan di jalurjalur pelayaran yang menuju Sriwijaya, sehingga banyak pedagang dari luar yang singgah dan berdagang di wilayah kekuasaan Sriwijaya hal yang demikian.

Dengan adanya pedagang-pedagang dari luar yang singgah maka penghasilan Sriwijaya meningkat dengan pesat. Peningkatan diperoleh dari pembayaran upeti, pajak ataupun keuntungan dari hasil perdagangan dengan demikian Sriwijaya berkembang menjadi kerajaan yang besar dan makmur.
Sejarah Kerajaan Sriwijaya (7 - 15M)

Daftar Pustaka

Riley-Smith, Jonathan, editor. The Oxford History of the Crusades. Oxford: 2002. ISBN 0-19-280312-3.

http://www.e-dukasi.net/mol/mo_full.php?moid=118&fname=sej106_08.htm